DIKLAT SINGKAT DEPARTEMEN PERS DAN JURNALISTIK FBS UNIPDU

By: Admin | Posted on: 2015-07-06 | Kunjungan : 289

4/Juli/2015 Pada kamis, 02 Juli 2015 lalu Departemen Pers dan Jurnalistik BEM FBS adakan diklat singkat penulisan WEB yang difasilitatori langsung oleh dekan FBS, Achmad Fanani, M.Pd. dan Maisarah, M.Si, dosen FBS. Diklat yang diikuti oleh Sembilan peserta yang berjalan dengan khidmat ini bertujuan untuk menambah wawasan anggota departemen pers dan jurnalistik yang terbilang masih sangat awam dalam dunia penulisan khususnya berita. Hal ini tentunya dapat memberikan kontribusi bagi WEB Fakultas Bahasa dan Sastra sebagai salah satu wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan bakat menulis mereka.

Pengisian WEB dengan berita-berita seputar fakultas merupakan salah satu program kerja dari departemen pers dan jurnalistik. ?Selain untuk menjalankan amanah, pengisian WEB juga bisa dijadikan sebagai alat atau wadah untuk mengembangkan kreatifitas dalam dunia penulisan baik berita, feature, maupun opini? ujar Fanani. Pada kesempatan tersebut beliau membagi ilmunya serta memberi arahan dalam menjalankan program kerja departemen untuk meramaikan WEB Fakultas.

Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, begitulah pepatah nenek moyang. Dan itu semua dialami oleh Departemen Pers dan Jurnalistik kampus asri ini. Selain mendapat wawasan baru sekaligus arahan dalam pengisian WEB FBS, departemen tersebut juga dapat melaksanakan program kerja lainnya, yakni mengadakan Diklat Jurnalistik satu kali dalam satu periode. Hal ini tentunya menjadi rasa syukur departemen tersebut karena kebingungan untuk mengadakan diklat yang seperti apa dan dengan konsep bagaimana akhirnya terjawab.

Diklat yang hanya memakan waktu 2 jam itu benar-benar sangat bermanfaat dan memberikan banyak gambaran mengenai penulisan berita. Materi yang disajikan sangat menarik dan para peserta juga dilibatkan langsung dalam pembuatan contoh berita yang fasilitator ajarkan. ?Metode ini merupakan metode yang paling disukai oleh peserta karena mampu menancap di otak sampai kapanpun,? terang Azmi, salah satu anggota departemen Pers dan Jurnalistik. Selain dilibatkan secara langsung dalam pembuatan contoh berita, peserta juga diberi tugas untuk membuat berita yang sekaligus dilombakan. Cara ini benar-benar sangat efektif untuk mengukur sejauh mana pemahaman tentang penulisan berita para peserta diklat tersebut. (Ais Fashihah. Mahasiswa Bahasa dan Sastra Unipdu).