Pak Suyoto, Sang Penjual Bakso yang Lapang Dada

By: Admin | Posted on: 2015-12-16 | Kunjungan : 425

Pak Suyoto, Sang Penjual Bakso yang Lapang  Dada

 

 

Pak Suyoto menjual dagangannya di area pondok pesantren Darul Ulum, tepatnya di depan pondok milik Kyai Dimyati. Ia turut meramaikan sederetan pedagang di area pondok Rejoso. Bapak dua orang anak ini menjajakan baksonya untuk melayani kebutuhan santi putra maupun putri sekaligus untuk menafkahi keluarganya.

Perjalanan dari jogoroto ke pondok setiap paginya, mau tak mau harus ia tempuh. Lumayan cukup banyak yang beli mas, kalo di area pondok, ungkap pak Suyoto dengan wajah polosnya. Dagangan yang sederhana tersebut terbilang cukup mampu untuk membiayai keluargannya.

            Omset kotor berkisar Rp 350.000,- perhari. Ia memutar uang tersebut untuk membiayai dua orang anaknya yang masih menempuh pendidikan di bangku SMP dan seorang istri. Ia sudah memulai pekerjaan ini sekitar tahun 2008. Ia tempuh pekerjaan ini karena ini merupakan satu-satunya mata percahariannya.

Berhati besar dan tenang, cukup mampu untuk mendeskripsikan pembawaannya. Dengan perasaan lapang dada ia menunggu sambil bercengkerama dengan pedagang lain yang juga menjajakan dagangannya bersamanya. Ya saya kan sudah berusaha untuk menjemput rejeki dengan datang kesini dan sekarang saya nunggu saja mas, kalau Allah kerso kan datang sendiri yang beli mas,” ujarnya.

Berlapang dada atau pasrah atas kehendak Allah, karena memang segala sesuatu tergantung pada-Nya. Kalaupun tidak berdoa atau meminta juga tidak masalah karena tanpa memintapun Allah akan memberi. Satu kesimpulan yang bisa diambil dari jalan hidup pak Suyoto ini. Semoga kita bisa mengambil hikmahnya. Aamiin.

M. Zahrudhin Verdiansyah