Potret Mbak Tia, Pustakawati LAC FBS Unipdu

By: Admin | Posted on: 2013-11-18 | Kunjungan : 542

 

          Gadis berjilbab, wajah yang manis, tinggi semampai, dan semangat yang tinggi adalah gambaran dari seorang pustakawati cantik (25) di Fakultas Bahasa dan sastra Unipdu. Gadis yang bernama lengkap Siti Zaenap Setiawati ini adalah lulusan D3 Bahasa Jepang Unipdu, dan baru saja menyelesaikan studi S1 Sastra Jepang di Unitomo Surabaya. Dia lahir pada tanggal 27 Januari 1988 di Tulungagung.  Dia adalah anak kedua dari pasangan Bapak Musbah dan ibu Nurhidayati.

Singkat cerita, mbak Tia, begitu dia akrab dipanggil, berada di Jombang dikarenakan nasehat dan saran dari orang tuanya. Bagi mereka, anak perempuan harus dijaga dengan baik, sehingga diputuskanlah untuk mengirim anak ragil nya ini melanjutkan pendidikan di Unipdu Jombang, sebuah kampus berbasis pesantren. Awalnya, Mbak Tia sangat ingin menepuh pendidikan di LP3i Surabaya, jurusan desain grafis. Namun, karena tawadhu’ nya kepada kedua orang tuanya,  dia memutuskan untuk belajar di Fakultas Bahasa dan Sastra Unipdu Jurusan D-3 Bahasa Jepang sekaligus mondok di Pesantren Darul Ulum (DU) peterongan Jombang.

            Mbak Tia mulai bekerja sebagai pustakawati sejak tahun 2009 setelah menyelesaikan kuliahnya. Menurutnya, bekerja di FBS Unipdu cukup menyenangkan, selain lingkungannya yang mendukung, dia juga merasa nyaman dengan orang-orang yang ada di LAC.

Kesibukannya sebagai staff FBS, dan juga statusnya sebagai pengurus Asrama al-khodijiyyah Darul Ulum, menjadikan kegiatannya padat setiap hari. Dimulai dari pagi hari pukul 03.30, dia mengurus dan membimbing anak-anak di Asrama. Setelah itu Mbak Tia bekerja di Language Access Centre (LAC) FBS Unipdu dari pukul 08.00 sampai dengan 14.00. Tugas-tugasnya antara lain melayani peminjaman dan pengembalian buku-buku serta memberi label pada buku-buku baru. Di waktu senggangnya, tidak jarang para mahasiswa/i bahasa Jepang yang ada di FBS meminta dia untuk memberi les tambahan.

             Selain bekerja sebagai staff di LAC, dia juga mengajar kelas tambahan Bahasa Jepang di SMA 2 Darul Ulum.   “Apapun pekerjaan yang aku jalani sekarang, semua itu adalah berkah dari Allah, bersyukur saja dengan semua yang ada. Yang jelas, aku tidak hanya diam dan melamun saja. Usaha dan berdoalah yang bisa kulakukan” tuturnya sambil tersenyum. ( Red : Mauliya )