SANTIKA, Menyusuri sukses lewat keikhlasan hati

By: Admin | Posted on: 2014-12-30 | Kunjungan : 434

Menyusuri sukses lewat keikhlasan hati

 

                Santika, begitulah gadis kelahiran Blitar, 24 Desembar 1992 ini kerap disapa. Gadis yang pernah mengenyam bangku pendidikan di SMAN 1 KESAMBEN, Blitar ini sudah memperlihatkan minat   menulisnya sejak ia duduk di bangku SMP. Kegiatan ekstrakulikuler ke jurnalistikan pun ia selami untuk mengembangkan jiwa menulisnya. Berkat keaktifan, keuletan, kerja keras, dan semangatnya yang tinggi tersebut  ia mengenggam beberapa prestasi gemilang  seperti  menjadi editor dan pimpinan redaksi majalah FRAKSI MUTU di SMAnya.  Baginya menulis adalah hobi dan dengan menulis ia bisa mengungkapkan ide-idenya dan menggambarkan perasaannya.

                Tak hanya jurnalistik, dunia broadcasting pun  juga ia jajaki. Bermodalkan kepedeannya tampil di depan umum dan keahlian cuap-cuapnya, ia  masuk nominasi 5 besar reporter jelajah Ramadhan se-Blitar raya ketika duduk di bangku SMA .  “Sejak  kecil saya selalu PD tampil di depan orang lain apalagi ketika orang lain  memperhatikan apa yang saya lakukan,” ujarnya  antusias. Karakter dasar inilah yang menjadi pendorong dirinya untuk menunjukkan prestasinya.    

                Puncak dari  prestasi kejurnalistikannya terjadi pada tahun akademik 2012-2013. Ia masuk  departemen pers dan dinobatkan sebagai pimpinan redaksi. Meskipun sebelumnya pernah mendududki jabatan serupa namun baginya ini merupakan tantangan baru. Karena  selain meneruskan program sebelumnya, tentu saja departemen ini harus membuat rancangan kegiatan yang belum  ada dikegiatan kejurnalistikan sebelumnya.

                Motivasi untuk mengangkat fakultas Bahasa dan Sastra  yang menjadi niat awal gadis berzodiak  capricorn ini untuk terjun di dunia kejurnalistikan kampus. “Jujur saya sedih  melihat FBS  (Fakultas Bahasa dan Sastra) belum memiliki majalah sebagai wadah pengapresiasi bakat para mahasiswa, bagi saya adanya mading tidak cukup untuk mengapresiasi ide-ide mereka. Dari situlah saya mengajak teman-teman  satu departemen untuk memprakarsai diterbitkannya majalah yang kami beri nama “KREANAS” . Namun disinilah perjuangan kami dimulai, kami bekerja keras untuk menyusun proposal pendanaan, pembuatan logo, konsep yang akan tertuang di majalah kita. Meskipun banyak kendala terutama dari segi dana yang  menjadi masalah krusial, alhamdulillah kami bisa meluncurkan majalah kreanas untuk pertama kalinya. Saya sangat senang perjuangan kami untuk menggerakkan kreatifitas mahasiswa FBS dibidang kepenulisan bisa terwujud di majalah Kreanas ini,” tuturnya.

                Selain di lingkup kampus, nama  mahasiswa semester tujuh jurusan Sastra Inggris ini juga eksis di luar.  Tak jarang ia  juga dimintai untuk menjadi narasumber dalam seminar kepenulisan di beberapa SMA. Karena bakatnya ini, direktur Harian Surya Surabaya secara langsung pernah menawarinya untuk menjadi wartawan. Meskipun senang dengan tawaran tersebut, baginya  profesi wartawan bukanlah prioritas utamanya saat ini. Ia masih berharap bisa bekerja di Dinas Pariwisata sesuai yang diimpikannya sejak dulu.

                Setiap orang  pasti mengarapkan orang lain bisa mengapresiasi kerja kerasnya. Begitu juga  Gadis  yang memiliki motto hidup “cekuprik!!” atau “fighting”   ini, ia berharap sahabat-sahabat dan adik tingkatnya bisa meneruskan  apa yang menjadi kerja keras mereka  selama.

                Begitulah perjuangan, kerja keras, istiqomah, dan keikhlasan yang  bisa  kita petik  dari gadis berparas ayu dan berbakat ini. 

(faid zauharoh/ FBS)