Seminggu di negeri sakura (1)

By: Admin | Posted on: 2014-04-27 | Kunjungan : 621

 

Arif Ramadhani 

Segala puji bagi Allah Sang Maha Kuasa, inilah kalimat pertama kali yang diucapkan Muhammad Arif Ramadhani semester 6 Fakultas Bahasa dan Sastra UNIPDU atas terpilihnya menjadi salah satu delegasi Indonesia ke Jepang melalui program JENESYS 2.0 bersama dengan mahasiswa  universitas terpilih lainnya selama 10 hari. Program ini berlangsung dari tanggal 23 februari 2014 sampai dengan 04 Maret 2014. Ucapan selamat beserta do’a terus berdatangan dari berbagai pihak karena akhirnya impian untuk pergi ke Jepang pun bisa terwujudkan serta agar ilmu dan juga manfaat yang telah didapatkan bisa ditebarkan terhadap sesama.

Program ini dimulai pada 18 Januari 2013 ketika Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, selama kunjungannya ke Indonesia,  mengumumkan  program  pertukaran  pemuda  baru  antara  Jepang  dan negara-negara  anggota  ASEAN  yang  disebut  dengan  JENESYS  2.0  (Japan-East  Asia Network of Exchange for Students and Youth/Jaringan  Pertukaran untuk  Mahasiswa dan Pemuda Jepang-Asia Timur).

Informasi JENESYS 2.0 Indonesia ini merupakan informasi dari Nurul Laili.S,Pd, salah satu dosen DIII Bahasa Jepang UNIPDU. Peserta yang mengikuti seleksi datang dari berbagai pelosok negeri hingga mencapai 300 orang peserta dan yang diterima hanya 100 orang. Peserta Jenesys 2.0 kebanyakan dari universitas negeri ternama seperti dari UIN Jakarta, UI, UGM dsb. Begitu juga Universitas atau Institut yang berbasis Islam pun ikut berpartisipasi dalam program ini. Secara  umum  program  ini  merupakan  bagian  dari  upaya  revitalisasi  ekonomi Jepang,  meningkatkan  jumlah  pengunjung  ke  Jepang,  dan  pada  saat  yang  sama, mempromosikan  pemahaman  terhadap  nilai-nilai  Jepang  kepada  para  mahasiswa dan pemuda dari wilayah Asia/Oseania. Program  ini  dibiayai  oleh  Pemerintah  Jepang,  dan  dilaksanakan  oleh  Japan International  Cooperation  Center  (JICE)  dan  Kedutaan  Besar  Jepang  di  Indonesia berkerja sama  dengan  Pusat  Pengkajian  Islam  dan  Masyarakat  Universitas  Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (PPIM UIN Jakarta).

Peserta Jenesys mendarat di Bandara Internasional  Narita Jepang pada tanggal 24 Februari 2014 pukul 06:45 setempat. Para peserta memanfaatkan kesempatan yang sangat berharga ini  dengan belajar sebanyak mungkin dari penduduk asli Jepang mulai dari hidup ala green live, saling menghormati antara yang muda dengan yang tua, menghargai antar umat beragama, menjaga warisan budaya mereka dan sebagainya.

Arif beserta peserta jenesys 

Arif berserta peserta jenesys 

Kunjungan pertama peserta Jenesys 2.0 dimulai di Museum Edo Tokyo yang menyimpan banyak cerita pada jaman Edo. Museum ini terletak di pusat kota Tokyo yang ramai. Museum ini menyimpan sejarah panjang dari jaman Edo hingga jaman revolusi Jepang. Kunjungan selanjutnya dan tak kalah menarik juga yakni di kuil Meiji Shrine Jingu. Kuil ini merupakan tempat peribadatan bagi kaum yang berkeyakinan Shinto. Meski berumur lebih dari ratusan tahun, tetapi kuil ini tetap berdiri megah dan terawat apik. Kemudian destinasi yang menarik lainnya adalah kawasan Harajuku tepatnya di Takeshita Street, yang merupakan pusat mode Jepang yang bermacam-macam terlebih pada cosplay atau peniruan karakter Manga yang sangat popular dikalangan masyarakat Dunia.

Perjalanan peserta Jenesys 2.0 kemudian perpindah menuju kawasan Chiba yang merupakan salah satu penysuplai ikan terbesar ke Tokyo. Kawasan ini berhadapan langsung dengan Samudra Pasifik sehingga iklim Prefecture Chiba masih stabil dibanding dengan kawasan yang lain. Inilah interaksi langsung para peserta dengan masyarakat Jepang dengan mengunjungi Pemerintah Kota Kamogawa, mengunjungi Perusahaan Es terbesar dikota ini, mengunjungi Sea World, mengikuti perayaan Hinamatsuri , dan sebagainya. Tapi yang paling menarik adalah bisa tinggal langsung di pemukiman penduduk daerah Jepang. Inilah pengalaman yang tak mungkin bisa terlupakan.. Peserta Jenesys 2.0 dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Pendidikan Bandung,  dan mahasiswa lainnya  sangat setuju bahwa program Jenesys ini harus diikuti mahasiswa Islam Indonesia yang lain  agar peradaban Islam maju dan berkembang pesat seperti halnya negara Jepang.

  

Terpilihnya Arif sebagai satu-satunya wakil dari UNIPDU bukanlah satu-satunya kegembiraan besar yang dirasakan oleh masyarakat UNIPDU, karena setelah seminggu pasca kepulangan Arif sebagai peserta jenesys 2.0, salah satu dosen UNIPDU juga pulang dari Jepang setelah menunaikan studi lanjut di Jepang selama 6 bulan melalui program pendidikan non-gelar. Beliau adalah Rina Suci Adriani,S.Pd dosen D-III Bahasa Jepang Fakultas Bahasa dan Sastra UNIPDU. Semoga Ilmu dan kemanfaatan kita selalu bisa diaplikasikan dari kita sendiri dan juga untuk orang lain. Sehingga tahun-tahun berikutnya UNIPDU bisa mengirimkan para mahasiswanya tidak hanya ke Jepang tetapi juga negara-negara lainnya. Jazakumullah Khoiron Katsiiro.