SIAPA YANG SALAH?

By: Admin | Posted on: 2015-11-04 | Kunjungan : 231

SIAPA YANG SALAH?

 

 


 

Jombang, 03 Nopember 2015.

               Pada dasarnya peraturan adalah suatu anjuran ataupun ajakan yang diterapkan untuk kemaslahatan bersama. Namun penerapan dari suatu aturan kadang bisa menjadi hal sepele ketika tidak dilalui dengan adanya peringatan dari pihak penyelenggara peraturan tersebut. Hal ini telah terjadi pada kampus Unipdu sendiri. Peraturan terhadap kendaraan yang tidak diparkirkan pada tempat yang telah disediakan dengan fasiltas satpam dan kartu pegangan sebagai bukti kepemilikkan atas kendaraan tersebut adalah dengan menggembosi  ban kendaraan tersebut.

             Peringatan telah sering kali dilakukan,beberapa kali “tersangka” pemilik kendaraan yang memakirkan kendaraannya di sembarang tempat telah mendapati bannya telah bocor. Namun, tetap saja peringatan tersebut sepertinya hanya sebagai angin lalu. Pihak kampus pun sampai-sampai memasang spanduk mengenai peraturan tersebut di lokasi di mana para mahasiswa sering kali meletakkan kendaraannya di sembarang tempat. Dan salah satu tempat yang sampai kini masih sering melakukan pelanggaran adalah parkiran Fakultas Bahasa dan Sastra. Meskipun peraturan telah terpampang jelas, masih saja para mahasiswa meletakkannya di tempat tersebut.

           Mau markir kendaraan juga terlalu jauh mbak,belum jalannya dari plaza ke sini, riwa-riwi nya itu lho mbak yang bikin males, bisa-bisa telat masuk kelas mbak,” ujar salah satu mahasiswi yang sering memakirkan kendaraan di tempat tersebut. Lagi-lagi kita sebagai mahasiswa/i harusnya bisa berpikir realitis. Peraturan yang ada tidak mungkin diadakan atas dasar kepentingan pribadi. Keamaan yang akan dibayar mahal oleh hilangnya kendaraan hanya karena ego yang berlandaskan ketepatan waktu dan jarak. Dan lagi-lagi memang kesadaran harus tumbuh dari diri setiap pelakunya. Jangan hanya untuk beberapa alasan saja sampai membuat kita melanggar peraturan yang telah dibuat. Jika tidak dari sekarang, kapan lagi kita akan menumbuhkan rasa sadar diri terhadap keta’atan kita sebagai pemuda bangsa atas sebuah peraturan?. [ICHI OCHA-Priesty]